Monday, September 29, 2014

Informan #3



            Pria berumur 38 tahun ini sudah bekerja sebagai pedagang sayur selama lebih dari dua puluh tahun. Padaskim, atau biasa di sapa Kimpul, menjalani kehidupan sehari-harinya berjualan di satu pangkalan di Jalan Abuserin, Jakarta Selatan. Saat ditemui pada pagi hari sekitar jam delapan pagi, Kimpul sedang berjualan melayani para pembelinya yang kebanyakan adalah perempuan. Sambil memotong ayam, ia berbincang dengan para pembelinya membahas harga serta sayur atau daging yang tersedia di gerobaknya tersebut. Memulai pembicaraan mengenai kegiatan sehari-hari, Kimpul menceritakan bahwa ia sudah menjadi pedagang sayur semenjak ia datang ke Jakarta. Ia sendiri berasal dari Kuningan, Jawa Barat, dan pada saat ia datang pertama kali ke Jakarta adalah untuk bekerja bersama kakaknya. Dulu kakaknya juga bekerja sebagai pedagang sayur. Ia belajar dari kakaknya bagaimana berjualan sayur untuk beberapa tahun. Setelah itu, ia pun mulai berjualan sendiri di sekitar Fatmawati, Jakarta Selatan. Bertahun-tahun ia menekuni pekerjaannya tersebut. Kegiatan yang ia lakukan setiap hari sudah menjadi rutinitas. Untuk Kimpul tidak ada hari libur, ia akan berjualan sayur dari Senin hingga Minggu. Berawal dari perjalanannya menuju Pasar Cipete pada jam tiga pagi untuk berbelanja sayur dan barang-barang lainnya. Lalu pada jam enam pagi ia sudah siap menjual kembali barang-barang yang ia beli kepada para pembeli langganannya. Kegiatan ini ia lakukan tiap hari hingga jam empat sore tanpa istirahat, karena jika ia sudah selesai berjualan di tempat pangkalannya, ia biasanya mendatangi beberapa rumah dekat dengan pangkalannya untuk menagih utang belanja dan mengantarkan titipan belanjaannya. Baru pada sore hari, ia sudah bisa pulang kembali ke rumahnya yang berada di Jalan Sasak, Jakarta Selatan. Bersama saudaranya ia tinggal hanya berdua saja. Sudah beberapa tahun ia menetap disana. Kimpul memang sudah berkeluarga, namun keluarganya tinggal di kampungnya yang terletak di Kuningan, Jawa Barat. Sudah beberapa tahun ia hanya tinggal bersama saudaranya tersebut.

            Kegiatannya saat waktu luang setelah bekerja lebih banyak digunakan untuk istirahat, karena pekerjaannya yang dimulai pada dini hari, ia akan lebih memilih menggunakan waktunya untuk tidur atau sekedar menonton tv di rumah. Ia biasa menonton acara-acara di TV seperti berita dan reality show. Namun acara yang paling ia tunggu ada pertandingan bola. Sebagai penggemar bola, ia biasa menunggu-nunggu pertandingan bola yang ditayangkan di TV. Kimpul biasa menghafal jadwal pertandingan dari koran yang ia baca. Pertandingan yang paling ia suka tonton adalah saat tim favoritnya, Persib Bandung, bertanding. Berasal dari Jawa Barat, memang Kimpul merupakan penggemar Persib Bandung. Awal mula ia menggemari sepak bola adalah dari saat ia masih remaja. Ketika di kampung, ia biasa bermain bersama teman-temannya. Hingga sekarang, ia masih menjadi penggemar bola yang setia dan tidak pernah ketinggalan menonton pertandingan bola. Namun, Kimpul sendiri belum pernah menonton bola secara langsung. Saat ditanyakan mengapa, ia menjawab “nonton bola disini suka rusuh jadi males, terus suka macet juga”. Memang Kimpul belum ada keinginan untuk menonton pertandingan tim kesayangannya. Bagi dia menonton di televisi saja sudah cukup. Selain itu, Kimpul juga suka tim sepak bola luar negeri seperti Chelsea dan Real Madrid. Ia menggemari kedua tim tersebut karena selain permainannya bagus bagi Kimpul dan ada pemain favoritnya yaitu Ronaldo dan Lampard, sebelum ia pindah ke Manchester City. Namun tetap Kimpul lebih sering menonton pertandingan sepak bola dalam negeri. Ia tidak mempunyai pemain favorit yang spesifik di Persib Bandung. Ia memang menggemari tim tersebut secara keseluruhan.

            Ketika libur nasional, Kimpul juga tetap bekerja berjualan sayur di pangkalannya. Bagi dirinya tidak ada hari libur sedikit pun kecuali saat lebaran. Alasannya adalah saat hari libur dan biasanya pada saat bulan puasa, justru penjualan Kimpul bisa meningkat. Untuk mendapatkan penghasilan yang lebih ia merelakan berlibur dan bertemu keluarganya. Hanya pada saat lebaran ia akan pulang ke kampungnya bertemu keluarga. Bapak dengan tiga anak ini mempunyai pekerjaan lain saat pulang ke kampungnya. Ia bekerja membajak sawah atau membersihkan kebun. Bahkan saat ia pulang ke kampung untuk bertemu keluarga, ia akan tetap bekerja. Istrinya yang mempunyai warung di sebuah sekolah juga ikut membantu Kimpul bekerja. Hanya saat anak-anaknya menginginkan untuk berlibur ke suatu tempat baru ia dan istrinya akan menemani anak-anaknya untuk pergi ke sebuah tempat rekreasi dekat dengan kampungnya tersebut. Sekitar Kuningan, Jawa Barat, tidak jauh dari tempat ia dan keluarganya tinggal terdapat sebuah tempat rekreasi dengan kolam renang, pemandian air panas serta tempat bermain anak-anak. Hanya dengan membayar Rp 25,000 per orang untuk tiket masuk, ia bersama keluarganya sudah bisa menikmati seluruh fasilitas dari tempat rekreasi tersebut. Selain itu, keluarga Kimpul lebih banyak menghabiskan waktu di rumahnya sekaligus bekerja.


            Dulu ia bersama keluarganya sempat tinggal di Jakarta. Pada saat itu ia masih tinggal hanya bersama istrinya. Ketika ia sudah punya anak, istrinya merasa akan lebih nyaman jika ia tinggal di kampung saja. Namun karena tuntutan pekerjaan, ia akhirnya memilih tinggal di Jakarta dan istri serta anaknya menetap di kampungnya. Hanya beberapa kali saja keluarganya mengunjungi Kimpul untuk berlibur. Kimpul mengatakan, “Anak sukanya cuman ke Ragunan sama ke Taman Mini, kalau ke Ancol kejauhan, panas”. Namun ia menambahkan kalau keluarganya akan tetap memilih untuk berlibur di daerah Kuningan karena bagi mereka, kampungnya sudah sangat nyaman baik untuk ditinggali ataupun menjadi tempat berlibur ke daerah di sekitarnya, dengan mengatakan hal tersebut mengakhiri wawancara yang dilakukan pada pagi itu.

Saturday, September 27, 2014

Informan #2



            Albertus Krisus Santoso, atau akrab di panggil Wilson, merupakan mahasiswa baru di Prasetiya Mulya. Wilson yang masih berumur 17 tahun, mempunyai kegiatan rutin baru yang jauh berbeda dibandingkan masa sekolahnya. Kegiatan rutin baru yang ia jalani sudah hampir dari sebulan ini, membuat Wilson masih mencoba beradaptasi dan menyesuaikan diri sebagai mahasiswa. Ia sendiri menyadari betapa sibuknya kegiatan mahasiswa baru yang dipenuhi dengan jadwal kuliah padat dan tugas yang tidaklah mudah. Saat ditanyakan bagaimana perbedaan yang dirasakan menjadi mahasiswa dibandingkan saat ia masih sebagai pelajar SMA, Wilson mengatakan bahwa terasa sekali sibuknya kegiatan rutin baru yang ia jalani dari Senin hingga Jumat. Jadwal kuliah untuk satu pelajaran yang biasanya saat ia sekolah hanya sekitar satu atau satu setengah jam, sekarang ia harus belajar di kelas selama dua setengah jam. Dalam sehari, ia bisa mempunyai jadwal dengan dua atau tiga kelas. Tugas yang diberikan pun juga jauh lebih berat dibandingkan saat ia masih SMA. Hal ini yang membuat Wilson masih berusaha untuk beradaptasi sebagai mahasiswa baru.

            Namun Wilson sendiri tidak merasa keberatan untuk menjalani kegiatan barunya. Ia senang bisa menjadi mahasiswa baru di Prasetiya Mulya. Bagi Wilson juga dengan kegiatan rutin yang bisa di jadwalkan dengan baik, ia dapat menjalani segala hal dengan mudah. Waktu luang juga penting dalam kegiatan rutin baru. Ia merasa waktu luang yang ia miliki merupakan waktu untuk refreshing dari kesibukannya sebagai mahasiswa.

            Berbeda dengan saat di kampus, Wilson yang tinggal di sebuah kost dekat dengan kampus Prasetiya Mulya menggunakan waktu luang untuk membaca di kamarnya. Ia suka membaca berbagai macam buku. Walaupun begitu, untuk dirinya hal terpenting tetaplah belajar, maka jika ada waktu luang selama di kost, ia akan gunakan terlebih dahulu untuk menyelesaikan tugas-tugasnya ataupun hanya sekedar belajar untuk bahan mata kuliah esok hari. Bagi dirinya, waktu luang selain refreshing, perlu juga digunakan dengan hal yang berguna seperti belajar.

            Selama weekend, ia akan menghabiskan waktunya bersama keluarga. Wilson mengatakan bahwa selama menjadi mahasiswa dan tinggal di BSD, ia merasa kurang banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga. Saat di rumah, ia tinggal bersama orang tua dan kakak perempuannya. Jika weekend, Wilson bersama keluarganya senang berpergian ke mal. Mal yang ia sering kunjungi adalah Mal Taman Anggrek. Wilson memang sejak kecil sudah sering pergi ke Mal Taman Anggrek. Selain karena dekat dengan rumahnya yang berada di daerah Daan Mogot, Jakarta Barat, bagi Wilson, Mal Taman Anggrek adalah mal yang sangat lengkap. Tidak hanya toko perbelanjaannya saja, restaurant serta aktivitas yang dilakukan di Mal Taman Anggrek sangatlah banyak. Selain itu, bagi Wilson Mal Taman Anggrek juga bisa menjadi mal untuk semua kalangan. Beberapa mal lain juga suka Wilson kunjungi seperti Central Park atau jika ia ingin pergi yang lebih jauh, ia akan mengunjungi Grand Indonesia.

            Kegiatan yang dilakukan Wilson dan keluarganya di mal, biasanya hanya untuk pergi makan, menonton film di bioskop dan sekedar jalan-jalan saja. Terkadang ia juga pergi ke mal untuk berbelanja atau membeli suatu kebutuhan. Namun pada intinya, ia senang mengunjungi mal bersama keluarganya adalah karena ia bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.

            Jika ia dan keluarganya memilih untuk menghabiskan waktu di rumah, mereka menyukai menonton dvd bersama di kamar orang tuanya. Selain itu, Wilson bersama keluarganya mempunyai kegiatan yang selalu digemari, yaitu naik sepeda. Ia suka naik sepeda bersama keluarganya mengelilingi taman di komplek perumahan yang dekat dengan rumah atau ke dekat sebuah mal di daerah Daan Mogot. Terkadang Wilson dan keluarganya juga suka naik sepeda ke tempat yang jauh seperti ke Ancol bersama teman orang tuanya. Wilson juga suka naik sepeda sendirian mengelilingi kompleknya jika orang tua dan kakaknya sedang sibuk. Wilson yang terkadang suka naik sepeda pada malam hari, ia juga suka mendengarkan lagu baru saat naik sepeda. Ia menceritakan kalau jika menemukan lagu baru yang ia sukai, ia akan dengarkan lagu tersebut saat ia pergi naik sepeda. Kebiasaan tersebut bisa membuat Wilson semakin rutin untuk pergi naik sepeda. Kegiatan lainnya yang ia sukai adalah berenang. Tempat berenang yang ia sering kunjungi berada tidak jauh dengan rumahnya. Biasanya ia pergi berenang bersama teman-temannya.

            Alasan utama mengapa Wilson menyukai kegiatan olahraga seperti naik sepeda dan berenang tentu karena kesehatan. Wilson merasa kesehatan itu penting terutama mempunyai kegiatan rutin yang begitu melelahkan. Selain itu menghabiskan waktu di rumah saja dengan makan juga tidak baik. Maka diperlukan aktivitas yang bisa membuat tubuh menjadi fit. Walaupun begitu, ia masih belum bisa membuat kegiatan olahraga ini rutin karena banyaknya tugas. Saat di rumah juga ia tetap gunakan untuk mencari bahan-bahan tugas karena saat di kost, terbatasnya internet membuat ia sulit untuk mencari bahan-bahan tersebut. Namun, Wilson tetap membutuhkan waktu untuk beristirahat dari belajar maupun mengerjakan tugas. Ia mengatakan bahwa saat sudah lama mengerjakan tugas ataupun belajar, ia akan beristirahat sejenak dan melakukan aktivitas olahraganya, atau Wilson akan melakukan hal yang mudah yaitu memejamkan mata sejenak. Karena memang meluangkan waktu sejenak untuk beristirahat itu penting, “menurut saya, orang tuh harus meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang mereka inginkan, hobi mereka, intinya sesuatu yang buat menetralisir semua stress yang ada” tutur Wilson. Selain itu, menghabiskan waktu luang dengan keluarga dan teman juga penting dilakukan. Ia mengatakan, “waktu luang ya digunakan untuk bertemu teman, untuk refreshing, have fun dan mempererat pertemanan”. Berbeda dengan teman, menghabiskan waktu luang bersama keluarga terkadang tidak memerlukan alasan yang berarti, “tidak perlu alasan special untuk menghabiskan waktu luang bersama keluarga” ujar Wilson sebagai akhir dari wawancara ini.



Informan #1



            Widyawati atau akrab di sapa Widy adalah wanita berumur 55 tahun yang bekerja sebagai pengelola catering. Ibu dengan dua anak ini mempunyai kegiatan rutin menyiadakan catering untuk salah satu kantin di rumah sakit sekitar MT. Haryono, Jakarta Timur. Bersama dengan anak puterinya, ia juga tinggal tidak jauh dengan tempat ia bekerja, yaitu di Cawang, Jakarta Timur. Kesehariannya, ia memulai pekerjaannya dari jam empat pagi untuk mulai menyiapkan makanan yang akan dihidangkan hingga siang hari ia membereskan kantin tempat ia bekerja. Ia juga tidak lupa menyiapkan makanan untuk anak puterinya yang masih kuliah serta membereskan rumah. Kegiatannya yang diawali begitu pagi tidak membuat Widy patah semangat untuk bekerja. Justru ia menyukai apa yang ia kerjakan selama ini. Mempunyai sebuah catering merupakan hal yang membahagiakan Widy karena Widy sendiri memang seseorang yang mempunyai hobi memasak. Tiap harinya, dari mulai Senin hingga Jumat, ia harus sudah pergi dari jam enam pagi untuk menyiapkan makanan di kantinnya. Kantin dimana ia bekerja biasanya melayani untuk para pasien yang sedang melakukan general check-up di rumah sakit tersebut. Maka, biasanya Widy sudah mulai bekerja melayani para pasien dari sekitar jam sepuluh pagi. Kegiatan selama di kantin tidaklah begitu lama, karena pada jam dua belas atau selambat-lambatnya jam dua siang, ia sudah bisa merapikan kantinnya. Setelah bekerja, ia gunakan waktu tersebut untuk berbelanja bahan masakan di sebuah pasar swalayan dekat dengan tempat ia bekerja. Saat di rumah, kegiatan yang ia lakukan tidak jauh dari pekerjaan seorang ibu rumah tangga. Selain menyiapkan bahan masakan untuk esok hari, ia akan membersihkan rumah atau sekedar beristirahat.

            Widy lebih banyak menggunakan waktu luangnya selama di rumah. Ia selesai dari pekerjaannya memang lebih cepat dari karyawan kantor biasanya, maka ia gunakan waktu tersebut untuk beristirahat. Aktivitas yang ia suka lakukan saat mempunyai waktu luang adalah menonton TV. Saat ditanyakan mengapa ia menjawab, “karena kalau pagi saya sudah ketinggalan berita karena langsung berangkat ke kantin, jadi kalau sudah di rumah saya menonton tv biar tahu berita dan kadang suka nonton acara lainnya”. Terkadang Widy juga menggunakan waktunya untuk tidur siang. Jika anak perempuannya sudah pulang, ia gunakan waktu tersebut untuk mengobrol dengan anaknya. Memang pekerjaan yang dilakukan Widy membuat ia tidak sempat untuk berbincang dengan anaknya. Ia mengatakan bahwa ia ingin mengetahui kegiatan sehari-hari anaknya juga, maka kalau sudah pulang kuliah, jika anaknya tidak sedang beristirahat ia akan mengobrol dengan anaknya.

            Waktu luang Widy juga digunakan untuk berpergian ke mal. Bagi Widy, pergi ke mal merupakan kegiatan refreshing dari pekerjaan. Terkadang selesai pekerjaan, ia juga suka mengunjungi mal. Mal yang ia senang kunjungi adalah Mal Kota Kasablanka. Tempat makan dan toko perbelanjaan yang lengkap serta suasana yang nyaman menjadi alasan bagi Widy untuk mengunjungi mal tersebut. Mal Kota Kasablanka juga dekat dengan daerah perkantoran di Kuningan, maka banyak karyawan kantoran mengunjungi mal tersebut. Widy menyukai suasana yang terdapat di Kota Kasablanka. Selain itu, untuk mencapai kesana juga mudah. Ia biasa menggunakan transportasi umum untuk berpergian. Widy mengunjungi mal tidak hanya dengan keluarga saja, namun ia suka bertemu dengan teman-temannya di beberapa mal di Jakarta.

            Widy tidak hanya suka mengunjungi mal, ia juga suka mengunjungi pasar tradisional terutama Pasar Jatingera. Kebutuhan bahan masakan dalam jumlah banyak membuat Widy harus mengunjungi pasar tradisional. Selain harga murah karena dapat membeli dalam jumlah besar, bahan-bahan yang tersedia juga mempunyai kualitas yang lumayan baik. Namun memang berbelanja di pasar tradisional terkadang tidak begitu enak. Pengalaman buruk saat belanja di Pasar Jatinegara membuat Widy tidak lagi mau mengunjungi lantai atas di pasar tersebut. Eskalatornya yang mati serta tempatnya yang kotor membuat Widy kesulitan berbelanja di Pasar Jatinegara. Terutama buat Widy yang sudah berumur lebih dari lima puluh tahun, berbelanja dalam suasana tersebut tidaklah mudah. Ia pernah mengalami harus mengangkat belanja yang begitu banyak dari lantai enam dan turun melalui tangga biasa karena eskalatornya yang mati. Selain itu, banyak sekali tali rafia di lantai yang tidak dibersihkan pernah membuat Widy hampir jatuh. Namun pengalaman-pengalaman tersebut tidak membuat Widy berhenti mengunjungi Pasar Jatinegara, melainkan menjadi pelajaran untuk lebih berhati-hati saat mengunjungi pasar tradisional.

            Saat weekend, Widy menyukai pergi untuk berenang dengan anaknya. Dekat dengan rumahnya, ada sebuah tempat berenang yang biasa ia kunjungi. Namun, terkadang Widy juga suka pergi untuk menonton film di bioskop pada saat weekend. Ia suka update mengenai film-film yang tayang di bioskop. Dia bersama anaknya akan pergi menonton film berdua. Memang ia sendiri suka menghabiskan waktu bersama anaknya karena dengan kesibukannya mengurus catering, waktu bersama anaknya terbatas. Jika saat libur, ia juga akan lebih memilih untuk pergi keluar kota bersama keluarganya. Kota yang paling ia sering kunjungi adalah Bandung. Selain karena tujuan kuliner, ia menyukai kota Bandung karena suasana serta udaranya yang segar. “Banyak tempat kuliner baru yang outdoor di Bandung seperti floating market dan Dusun Bambu. Saya sendiri memang suka ke tempat yang adem dan udara bersih” tutur Widy.

            Selain itu, tempat kuliner di Bandung lebih mudah dikunjungi dibandingkan di Jakarta karena adanya kendaraan umum yang disediakan khusus untuk mengantarkan para pengunjung dari satu tempat kuliner ke tempat lainnya. Widy sendiri mengharapkan jika di Jakarta tersedia suatu transportasi seperti itu, yang memudahkan para pengunjungnya untuk melakukan wisata kuliner, karena memang sulitnya berpergian di Jakarta akibat kemacetan membuat Widy jadi sulit untuk melakukan wisata kuliner di kota yang ia tinggali. Terutama untuk seseorang yang sudah berumur kepala lima, tenaga untuk melakukan perjalanan sudah tidak sama lagi seperti dulu. Selain itu, bagi Widy waktu luang yang ia punya sangatlah penting. Ia ingin menggunakannya dengan baik. Namun kemacetan yang ada di Jakarta hanya membuat Widy membuang waktu luangnya berlama-lama di jalan. Ia mengharapkan kemacetan di Jakarta dapat ditanggulangi dengan lebih baik lagi. “waktu adalah uang, bagi saya memang waktu yang benar-benar saya harus berbuat sesuatu untuk masa depan anak saya, masa depan saya juga, harus digunakan dengan sebaiknya” ungkap Widy sekaligus mengakhiri wawancara singkat ini.

JAKARTA REPOSE PROJECT




Jakarta Repose Project

Mengetahui lebih dalam cerita masyarakat Jakarta.

Thursday, May 29, 2014

[Special Tips] Visa? Not a problem.

Many countries require a visa to enter and some people think its hard to get a visa. Many people didn't get approval for their visa and some other just don't know how to apply for it.



So in this Special Tips post, I will tell you some tips for applying a visa and get the approval. Do note that I will tell you how to acquire a visa for a holiday trip, because in some cases, its different to acquire a visa for a holiday and other purpose like a business trip or a student visa.

  1. You should know if the country you are visiting require a visa. Since I live in Indonesia, there are many countries that requires it. Like United States, Japan, South Korea, Australia and Europe. But there are some countries that don't require a visa or visa-free, like Thailand, Singapore, Hong Kong, and Malaysia. You can visit here for more details which country that requires visa, or you can apply visa on arrival (VOA) and visa-free countries --> List of Countries for Visa 
  2. There are some countries that took longer to acquire a visa, and sometimes you have to go through an interview. Usually, Asian countries don't take that long to acquire a visa. The fastest would be two weeks for an approval. But countries in United States, Europe, Australia, and Africa, it will took longer and sometimes there is an interview. From my experience, when my family was applying a visa to America, it took a month or so for finally get the approval. But my last visit to South Korea, it only took me three weeks. So before you plan to visit the country you need to plan when to apply the visa because it may took longer than you expected.
  3. Prepare all the itinerary that needed for the visa requirement. Usually applying for a visa require a photo, a form of your bio that usually you can download from their country official website, booking itinerary like plane tickets and hotel, and for students or workers they usually need a letter that shows you are a student or a worker from your school or company. Also, you will need to pay some amount of money for a visa. From my experience, when I apply a visa for South Korea and Japan, I will book the hotel and plane ticket first so when I apply for a visa, they will believe you are coming there for a holiday trip and you will not have other purpose for visiting the country. So please visit the country official website (You can search in Google) for the requirements before submitting for a visa. 
    an example of a visa application form for Japan.
  4.  There are some cases that you need to get a visa fast. There are traveling agents that can help you get the visa faster. It will cost you extra money for the service and you also have to pay for applying the visa, but it can guarantee you will get the approval. When you look for a traveling agents for help, you need to find a traveling agents that have good track records, because a lot of cases of fraud. So you better be careful when choosing a traveling agents.
Thats all the Special Tips i can give you! I hope it will be useful for your trip and if  there are any question you would like to ask, just write on the comment section below.

Wednesday, May 21, 2014

Fuji-Q Highland, the story continues......

On my last post, I wrote about my story getting to Fuji-Q Highland, and a review of a Guinness world record roller coaster, Eejanaika.
Now I will review and finish my story during my visit to Fuji-Q Highland!



Fujiyama Roller Coaster.

Fuji-Q Highland is famous for its world record roller coaster. It fits perfectly for adrenaline junkies that seeks for the best roller coaster in the world. Me and my brother LOVE extreme roller coaster so much, and every time we visit a country, we try to find the best roller coaster there. As I told you before on my last post, my family weren't planning to visit Fuji-Q Highland until my brother suggested it. We had so many hardships just to get to Fuji-Q Highland, but when I finally ride the roller coaster, it was definitely worth all my time coming there.



Eejanaika was the first roller coaster we tried. It was unforgettable. But the problem was the queue for the roller coaster. It was too long and well, it was pretty much boring. My brother and me didn’t have much thing to talk about for three hours, but if you were coming with your friend maybe the queue wouldn’t feel that long.

The queuing time for almost all the roller coasters were pretty much the same.  It usually takes 2-3 hours for a ride, but for the ride itself, it usually takes 4 to 7 minutes. So almost all my time in Fuji-Q was for queuing. It was worth it when you finally ride the roller coaster but you need to prepare yourself to queue that long.

So for our 2nd ride in Fuji-Q Highland was Takabisha. Its another Guinness world record roller coaster for the steepest drop in the world at 121°. When I first saw it, I was terrified. The drop was really steep and the roller coaster was very fast. The track itself was long and had so many turns. Even though it was terrifying, I just can not wait to try it! As you can expect, the queue for this ride was also long. It takes 2.5 hours to queue for the ride. My brother and me wanted to give up so badly, but there is a small TV in every corner of the queue and it shows the roller coaster, so when we think we want to get out of the queue, we just take a look at the TV and watch the video of the roller coaster. It makes wanted to go to ride the roller coaster even more.

Certificate from Guinness World Record
for the steepest roller coaster in the world, Takabisha.

After a very long wait, we finally can ride it. Luckily we sat in the front seat. So the ride started really slow and we got into a very dark hall, but few seconds later, the ride went so fast! and then we got out from the hall we can very clearly of the track with so many turns. Then the best part, we got to the steep track and when it was going up, you are really looking up to the sky. When it got to the top, it just drop you 121°. It was an amazing and thrilling ride!! and if you want to get a better imagination of how the Takabisha roller coaster looks like, here is a review video from Theme Park Review.



Sadly, we couldn't ride any other roller coaster in Fuji-Q Highland, because by the time we finished riding Takabisha, it was already 4.30PM and we knew that we need to get home early because it took us 3 hours to get back to Tokyo using a JR train. But we did manage to take one more last ride and it was the Tondemina, it looks like a giant frisbee that went from left to right. The round seating also spin so at one time you would looking down, and the other time you would looking up to the sky.

Tondemina.

There are still a lot of great roller coaster you can try in Fuji-Q, like Fujiyama, was once a Guinness world record roller coaster for the tallest roller coaster in the world. But as of now, its the 8th tallest roller coaster and 5th longest roller coaster in the world.

Mom posing right in front of the Fujiyama, King of coasters.
also you can see the long line at the back.

There is also Dodonpa, used to be the fastest roller coaster in the world, but now its the 4th fastest roller coaster. This ride also have a very long line, so when we try to decide which one to take, we choose Takabisha instead. Sadly, I didn't take any picture of the roller coaster, but here is the review video of Dodonpa from Theme Park Review.



Fuji-Q Highland also have great attraction like Ultimate Fort, a very hard labyrinth that could take you 20 minutes or more to get out, scary haunted houses like Mizuki Shigeru's Ge-Ge-Ge Haunted Mansion and Super Scary Labyrinth of Fear. There is also attraction for kids Thomas Land. So Fuji-Q Highland is a great place for families and friends. When you are visiting Tokyo, you have to come here and try the attraction there. Its definitely worth all your time!!


As a bonus, you can see Mount Fuji right from Fuji-Q Highland.







My tips for you:

  1. Before coming to Fuji-Q Highland, I suggest you plan it first. From my experience, its really hard if you suddenly want to come there and not knowing how to get there. I stayed in Tokyo and from Tokyo to Fuji-Q Highland is pretty far. Plan the trip so you can decide the transportation to get there, it can be trains, bus or even car. If you want to use a train, it usually takes and hour or so, and it usually costs ¥1280 or more, depending where are you taking it. For bus, it usually takes approximately 100 minutes. I suggest you book you transportation to Fuji-Q Highland so it will be easier, and you can ask your receptionist for more information because traveling in Japan with a limited knowledge of Japanese, its pretty much hard especially if your destination is very far away.
  2. There is two types of tickets in Fuji-Q Highland. The first one is a One day free pass ticket and Entrance ticket. The difference is, in Fuji-Q Highland, you need to pay for the attraction. If you only but the entrance ticket you need to pay for every attraction you are going to take. But for one day free pass ticket, it already includes the entrance ticket and you can take any attraction. I suggest if you are planning to spend the whole day there, it will be better to choose one day free pass but if you don't and you aren't planning to take the roller coaster ride or other scary and thrilling attraction, its better to choose the entrance ticket and buy the ticket to any ride you want to take.
  3. Queue in Fuji-Q Highland are pretty long especially the roller coaster or other thrilling attraction. So prepare yourself for a very long queue and its better to take someone with you rather than queuing alone

For further information about Fuji-Q Highland, please visit its official website right here ----> Fuji-Q Highland Website